Tuesday, December 22, 2020

Mau Menjadi Orangtua Yang Terbaik Bagi Anak Anda.? Perhatikan Panduan Berikut Ini

Kita semua tahu seperti apa tipikal orang tua yang tidak benar: tidak toleran, terus-menerus kritis, lebih tertarik pada urusan mereka sendiri daripada kebutuhan anak-anak mereka. Tapi apa yang harus dilakukan agar menjadi orang tua yang baik? Bagaimana caranya memberikan kesan baik tentang kehidupan kepada si buah hati?

deccanherald.com


John Bowlby mengadakan banyak penelitian untuk mencari tahu akibat yang timbul pada pola parenting, pada tahun 1960-an. Ketika itu ia menciptakan istilah "good-enough parenting". Tesisnya adalah asalkan Anda tidak melakukan pengasuhan yang "buruk", Anda baik-baik saja, dan anak-anak Anda, {secara alami, juga akan baik-baik saja|juga akan baik – baik saja dengan sendirinya. Jadi, apakah hanya itu yang ada di sana? Atau ada hal-hal yang Anda, sebagai orangtua, bisa lakukan untuk menjadi lebih dari sekadar orangtua yang "cukup baik". Bisakah Anda, memang, menjadi "orangtua super", bahkan orangtua "paling utama"? Atau itu hanya mitos gerakan feminis?

Baiklah, mari kita luruskan satu hal untuk selamanya: Tidak ada yang sempurna. Cobalah sekuat apa pun, Anda tidak akan pernah menjadi orangtua yang "sempurna". Anda tidak akan pernah bisa melakukannya dengan benar terus menerus selama masa pertumbuhan anak-anak Anda. Anda pun tidak harus melakukannya. Dalam pemahaman tersebut, konsep Bowlby tentang "good-enough parenting" sangat benar. Anda tidak harus menjadi sempurna. Anak-anak Anda AKAN bertahan hidup. "Cukup bagus" sudah cukup baik.

Tapi, sebagai orangtua, Anda menginginkan sesuatu yang lebih untuk anak – anak Anda. Untuk mencapai hal tersebut, ada tips – tips yang bisa Anda adopsi kepada kehidupan parenting Anda. Sehingga anak – anak Anda memiliki bekal yang cukup untuk menjalani kehidupannya kelak.



Tetapi, pada saat yang sama, sebenarnya akan membuat hidup lebih mudah dan lebih memuaskan bagi diri Anda juga. Ini bukan daftar panjang, tetapi bila Anda dapat mengelola yang berikut ini, karenanya aku yakin Anda punya hak untuk menyebut diri Anda sebagai orang tua “utama”:

1) Kenali bahwa Anda manusia

Anda tak bisa melaksanakan segalanya, Anda tak bisa berada di mana-mana, Anda tak bisa tahu segalanya. Anda akan membikin kekeliruan. Anda juga memiliki persoalan, permasalahan, dan gangguan sendiri dari masa lalu Anda sendiri. Tak apa-apa. Kunci permainan ini bukanlah menjadi total, tapi mempunyai sikap yang benar.

Apa sikap yang benar? Rendah hati. Mengakui bahwa Anda mempunyai banyak hal untuk dipelajari (kita segala lakukan) dan bersedia untuk diajar serta belajar dari kesalahan Anda. Sebuah tanda kedewasaan sejati merupakan mampu melihat kembali masa lalu Anda, mengenali kekeliruan yang Anda buat, dan mengatakan “ini yaitu apa yang telah aku pelajari perihal diri aku, dan apa yang saya butuhkan untuk merubah diri aku”.

Namun ada sisi lain dari ini. Terus-menerus merendahkan diri dengan sikap “Saya tak baik” sama buruknya dengan sikap “Aku tak punya apa-apa untuk dipelajari”. Maafkan diri Anda atas kesalahan Anda. Rayakan kesuksesan Anda. Lihatlah ke masa lalu cuma cukup lama untuk belajar darinya, lalu arahkan pandangan Anda ke depan, dan tekan ke arah yang Anda inginkan. Kalau Anda mempunyai problem serius dari masa lalu, cukup berani untuk mencari bantuan dan mengatasinya.

2) Mengakui Anda memainkan permainan prosentase

Kita seluruh pernah mendengar perihal mereka: buah hati-si kecil dari latar belakang yang paling kejam dan kurang kapabel yang entah bagaimana sukses membikin kesuksesan besar dari diri mereka sendiri. Tetapi si kecil-anak dari keluarga terbaik (seperti yang dibeberkan oleh saudara kandung mereka) yang entah bagaimana keluar dari rel ke narkoba dan kejahatan.

Kenyataannya yakni bahwa Anda, orang tua, hanya satu faktor dalam pengasuhan buah hati-anak Anda. Mereka juga dipengaruhi oleh sahabat-sahabat, kerabat lain, guru, penjaga warung, TV, majalah dan, tentu saja, susunan layar kaca mereka sendiri. Anda tidak dapat dapat segala variabel. Anda mungkin yang terbaik, orang tua terbaik, dan buah hati-anak Anda si kecil gagal. Anda mungkin ternyata yang paling buruk, ayah dan ibu, dan kasar, beralkohol buah hati-buah hati Anda baik-bagus saja. Tak ada yang dijamin dalam hidup ini.

Jadi, Anda memainkan persentase. Anda tahu bahwa sekiranya Anda jika buah hati-si kecil Anda, mereka lebih cenderung menjadi buruk buah hati baik. Jadi, rata-rata, seandainya si kecil-anak Anda mungkin bukan si kecil yang baik. Menggunakan disiplin yang adil dan menggunakan mungkin tetap menciptakan yang lebih bagus untuk hasil yang baik - jadi lakukan saja.

Anda bagus sebagai orang tua TIDAK tak oleh seberapa bagus anak-si kecil Anda berubah. Itu tak oleh apakah Anda melaksanakan semua yang secara wajar dapat Anda lakukan untuk melakukan hal-hal yang benar dan membikin keputusan yang membuat untuk mereka, DENGAN PENGETAHUAN YANG ANDA PUNYA SAAT. Mungkin keputusan itu si kecil salah. Jadilah itu. Itu tidak berarti Anda gagal sebagai rupanya. Namun, apabila Anda terlalu malas untuk bila fakta, bila Anda mengambil keputusan termudah tanpa memikirkan bila pada si kecil-anak Anda, karenanya, aku percaya, Anda telah gagal - sudah apabila buah hati keputusan itu ialah keputusan yang membuat!




3) Kenali anak-si kecil

Anda bukan satu-satunya hal dalam hidup Anda. Di zaman anak ini kita sepertinya terobsesi dengan gagasan bahwa kepentingan buah hati-si kecil didahulukan, sebelum yang lainnya. Aku saya tidak tidak dengan konsep itu. Ya, saya saya wajib kepentingan terbaik buah hati, tetapi ada hal lain yang perlu dipertimbangkan juga.

Misalnya, mengambil umpamanya baru di kota lain mungkin pekerjaan hal terbaik untuk keluarga Anda - telah jikalau itu berarti membawa buah hati Anda jauh dari sekolah dan sahabat-teman.

Dengan mengutamakan anak-anak dalam si kecil hal, kita menghadapi bahaya segala generasi yang egois, “aku yang pertama” di mana mereka tumbuh dengan percaya bahwa dunia berutang kehidupan. Terkadang buah hati-anak saya mengambil seharusnya kedua - dan itu sendiri pekerjaan adalah penting perihal kehidupan. Ya, sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan seandainya pada anak-buah hati. Tapi pada namun, putuskan sendiri apa yang terbaik untuk keluarga secara keseluruhan.

4) Lihatlah hasilnya panjang

Membesarkan buah hati-si kecil yakni adalah yang panjang. Siapkan tujuan akibatnya panjang Anda. Bagaimana Anda bentang mereka berubah menjadi orang dewasa? Mutu dan keterampilan apa yang perlu mereka pelajari? Pengalaman apa yang mereka butuhkan, di sepanjang jalan, untuk mempelajari keterampilan dan karakter itu?

Seringkali sebagai orang tua kita dihadapkan dengan kualitas untuk mengambil pilihan pembetulan akhirnya pendek yang gampang, atau pendekatan yang lebih keras yang akan tetap lebih banyak buah dalam walhasil panjang. Kaca adalah layar kaca klasik dari ini. Seberapa mudahnya, ialah si kecil-si kecil bermain, untuk cuma menyalakan Televisi sebagai pengasuh elektronik? Pembetulan pembetulan untuk buah hati-si kecil yang pesat atau pesat. Tapi seberapa jauh, lebih bagus, dalam akibatnya panjang, untuk menghabiskan sedikit waktu tetapi mereka bagaimana membangun bagus, atau menjahit mainan lunak, atau rentang puzzle?

5) Cari sisi positifnya

Seperti Anda, si kecil-buah hati Anda akan membuat kesalahan. Maafkan mereka. Perbaiki dengan lembut dan lanjutkan. Selalu mencari apa yang mereka lakukan dengan benar, bukan apa yang mereka lakukan salah. Si-si kecil aku buah hati perhatian orang tua mereka. Observasi kekeliruan mereka, dan mereka akan membutuhkan lebih banyak. Amati apa yang mereka lakukan dengan benar, dan mereka jangka sekali lebih menyenangkan Anda.

6) Konsisten berpegang pada diri sendiri

Percaya pada dirimu sendiri. Sekiranya Anda melakukan seluruh hal di atas, karenanya Anda berada di melaksanakan yang benar. Akan ada dikala-saat ialah Anda membikin keputusan dan Anda ditantang olehnya, baik oleh si kecil-si kecil Anda, atau oleh orang lain (seperti keluarga yang bagus campur). Jika tidak ada fakta baru yang tidak Anda sadari sebelumnya, jangan apabila.

Tapi jangan takut untuk mengatakan tidak – pada anak dan kerabat Anda - apabila itu merupakan hal yang benar untuk dikatakan.

Tentu, keputusan Anda mungkin berubah menjadi keputusan yang buruk. Yang terjadi. Namun jauh lebih bagus untuk berbuat pada keputusan Anda, ketimbang menjadi kantong plastik yang tertiup angin. Anda anak - anak Anda; menonton bagaimana Anda menghadapi kehidupan, bagaimana Anda membuat keputusan, bagaimana Anda anak memperhatikan, bagaimana Anda percaya pada diri sendiri dan membela diri sendiri dan keluarga Anda. Jadilah televisi yang baik untuk mereka.

No comments:

Post a Comment